PESAWARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) terus mengintensifkan upaya menekan angka kekerasan dan perundungan terhadap anak. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di SD Negeri 3 Way Lima, Rabu (4/2/2026).
Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran Maisuri melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Rakhmadia Agustin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di Kabupaten Pesawaran.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan satuan pendidikan,” ujarnya.
Rakhmadia menjelaskan, sosialisasi dilaksanakan secara maraton di sejumlah sekolah. Dari total 11 sekolah yang menjadi sasaran di Kabupaten Pesawaran, kegiatan tahap awal difokuskan pada tiga sekolah di Kecamatan Way Lima, yakni SMP Negeri 5 Pesawaran, SD Negeri 2 Way Lima, dan SD Negeri 3 Way Lima.
Selain sosialisasi, pihaknya juga memberikan pelatihan manajemen kasus bagi tim LPKRA (Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak) di sekolah. Pelatihan ini bertujuan agar pihak sekolah mampu melakukan penanganan awal apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak.
“Tim LPKRA di sekolah diharapkan dapat memberikan respons dan penanganan awal sebelum kasus ditangani lebih lanjut oleh pihak terkait,” jelasnya.
Ia pun mengimbau pihak sekolah untuk aktif bermitra dengan UPTD PPPA dan Dinas P3AP2KB, serta tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap anak agar korban bisa segera mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat.
“Kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi di sekolah. Karena itu, kami juga berkoordinasi dengan lintas sektor, terutama di lingkungan masyarakat, sebagai langkah pencegahan bersama,” tambah Rakhmadia.
Tak hanya itu, kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat masyarakat juga didorong untuk berperan aktif melakukan pencegahan dan pelaporan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pengajian, kegiatan PKK, hingga remaja masjid.
“Kami berharap kegiatan ini mampu mengubah paradigma dalam mendidik anak menjadi lebih humanis, sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak,” katanya.










