Bandar Lampung – Meningkatnya aktivitas transaksi digital di tengah masyarakat turut diiringi dengan berkembangnya berbagai modus kejahatan siber. Salah satu modus yang saat ini perlu diwaspadai adalah typosquatting, yaitu teknik penipuan digital melalui pembuatan tautan atau alamat situs palsu yang tampak sangat mirip dengan alamat resmi suatu institusi.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah, BRI Region 5 Bandar Lampung terus mengintensifkan edukasi literasi digital kepada seluruh nasabah dan masyarakat luas agar lebih waspada terhadap ancaman link phishing yang berawal dari kesalahan pengetikan alamat situs.
Typosquatting umumnya dilakukan dengan mengganti atau menambahkan satu huruf pada alamat domain resmi sehingga sekilas terlihat benar. Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan kelengahan pengguna internet yang terburu-buru atau kurang teliti saat mengetik alamat website. Ketika korban mengakses tautan palsu tersebut, mereka berpotensi diarahkan ke halaman tiruan yang meminta data pribadi seperti username, password, PIN, hingga kode OTP.
Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung Andreas Chandra Santoso menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data rahasia nasabah melalui tautan tidak resmi, pesan singkat, maupun media sosial. Oleh karena itu, nasabah diimbau untuk selalu memastikan alamat situs yang dikunjungi merupakan domain resmi serta tidak membagikan informasi perbankan kepada pihak mana pun. Upaya edukasi yang dilakukan meliputi penyebaran informasi melalui media sosial resmi, materi publikasi digital, pemasangan media edukasi di kantor layanan, hingga sosialisasi langsung kepada komunitas dan nasabah di berbagai kesempatan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan transaksi digital merupakan tanggung jawab bersama.
Andreas Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung juga mengingatkan beberapa langkah pencegahan sederhana namun penting, di antaranya tidak sembarang mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, selalu mengecek kembali ejaan alamat situs resmi, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah. Apabila menemukan indikasi penipuan atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan perbankan, masyarakat diimbau segera melapor melalui kanal layanan resmi BRI.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Andreas berharap seluruh nasabah semakin cerdas dan teliti dalam beraktivitas di ruang digital, sehingga dapat meminimalkan risiko kejahatan siber dan menjaga keamanan data pribadi maupun finansial.










