PESAWARAN, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mencatat sebanyak 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di 14 kecamatan telah terbentuk.
Seluruhnya sudah berdiri secara kelembagaan dan juga telah berbadan hukum.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pesawaran M Iqbal mengatakan setelah tahap pembentukan kelembagaan rampung, pengembangan koperasi kini memasuki fase pembangunan sarana usaha berupa gerai dan pergudangan.
“Untuk Kabupaten Pesawaran, KDMP memang sudah terbentuk di 148 desa. Sekarang kita masuk pada tahapan pembangunan gerai dan pergudangan. Sampai saat ini sudah terbangun 47 gerai di 47 desa, bahkan ada salah satu yang progresnya hampir 100 persen,” kata Iqbal kepada Tribunlampung, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, sektor usaha yang dikembangkan dalam KDMP mengacu pada konsep tujuh gerai utama yang dikombinasikan dengan potensi lokal masing-masing desa.
“Untuk tujuh gerai itu memang hampir seluruh KDMP mengadopsinya. Sedangkan potensi desa disesuaikan. Misalnya di desa berbasis perikanan, bisa ditambahkan sektor perikanan. Kalau wilayah pesisir atau nelayan, bisa dikembangkan perikanan tangkap,” ujarnya.
Menurut Iqbal, pengembangan KDMP merupakan bagian dari kebijakan nasional, sehingga pemerintah daerah mengikuti arah kebijakan pemerintah pusat.
“Harapannya, jika mengikuti kebijakan pusat, pada 2026 seluruh KDMP sudah bisa berjalan optimal,” katanya.
Terkait kendala, ia mengakui setiap program memiliki tantangan. Namun hingga saat ini belum ditemukan hambatan yang bersifat prinsipil.
“Yang perlu terus kita dorong adalah sosialisasi lebih intensif, supaya masyarakat tidak hanya menerima, tetapi juga proaktif memanfaatkan keunggulan koperasi ke depan,” ucapnya.
Iqbal menilai antusiasme masyarakat terhadap keberadaan KDMP cukup tinggi, meski pada tahap awal masih membutuhkan pengenalan lebih lanjut.
“Sekarang sudah terlihat antusiasme masyarakat, karena mereka berharap KDMP bisa meningkatkan taraf perekonomian, khususnya di desa,” katanya.
Pergerakan ekonomi koperasi mulai terlihat, terutama pada gerai sembako. Selain itu, rencana pengembangan sektor pupuk, klinik, dan apotek juga mulai dijalankan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
“Untuk simpan pinjam, sebenarnya ini yang kita harapkan menjadi tren, meskipun saat ini belum terlalu kuat. Tapi kita optimistis progresnya akan baik,” ujarnya.
Dalam hal partisipasi, Iqbal menyebut masyarakat masih cenderung menunggu dan melihat perkembangan. Namun hal tersebut dinilai sebagai dinamika yang wajar dalam tahap awal pengembangan koperasi.










