Pasar Karbon Mandek, Indonesia Kehilangan Peluang Ekonomi Hijau

banner 468x60

BANDARLAMPUNG – Pasar karbon seharusnya menjadi pintu masuk Indonesia menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dengan kekayaan hutan tropis, lahan gambut, dan mangrove yang menyimpan cadangan karbon dunia, Indonesia memiliki modal alam yang jarang dimiliki negara lain. Namun ketika pasar karbon justru mandek, peluang besar itu terancam lepas dari genggaman.

Kemandekan pasar karbon tidak terjadi tanpa sebab. Regulasi yang belum sepenuhnya matang, mekanisme perdagangan yang berbelit, serta lemahnya koordinasi antar lembaga membuat pelaku usaha dan investor bergerak hati-hati. Ketidakpastian ini menciptakan iklim pasar yang dingin, padahal perdagangan karbon menuntut kepastian hukum dan kejelasan skema jangka panjang.

Akibatnya, Indonesia tertinggal dalam perlombaan global ekonomi hijau. Negara lain mulai menjadikan kredit karbon sebagai instrumen strategis untuk menarik investasi, mendanai konservasi, dan menciptakan lapangan kerja hijau. Sementara itu, Indonesia masih berkutat pada penataan sistem, sehingga potensi ekonomi dari karbon belum mampu menjadi sumber pertumbuhan baru.

Dampak kemandekan ini paling terasa di tingkat daerah. Masyarakat lokal dan adat yang menjaga hutan belum mendapatkan insentif ekonomi yang layak. Tanpa manfaat nyata, upaya konservasi berisiko kalah oleh aktivitas ekonomi konvensional yang menjanjikan keuntungan cepat, meski merusak lingkungan. Dalam jangka panjang, ini justru memperbesar biaya ekologis dan sosial.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia bukan hanya kehilangan peluang ekonomi, tetapi juga momentum kepemimpinan iklim. Pasar karbon seharusnya menjadi jembatan antara kepentingan lingkungan dan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, percepatan kebijakan, penyederhanaan regulasi, serta penguatan pasar karbon domestik menjadi langkah mendesak.

Pasar karbon yang hidup akan menggerakkan ekonomi hijau, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi Indonesia di panggung global. Namun selama pasar itu mandek, peluang emas hanya akan menjadi potensi yang tak pernah benar-benar terwujud.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *