Lampung (20/6/2026) Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta mendukung pencapaian kinerja operasional yang berkelanjutan, PTPN IV Regional VII menyelenggarakan kegiatan Bimbingan dan Sertifikasi Mandor Pemeliharaan yang diikuti oleh 38 mandor pemeliharaan dari berbagai unit kerja dilingkungan PTPN IV Regional VII.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memastikan bahwa seluruh mandor pemeliharaan memiliki kompetensi yang sesuai standar,memahami teknik pemeliharaan tanaman yang tepat, serta mampu mengawal implementasi praktik terbaik (best practice) di lapangan guna mendukung produktivitas tanaman yang optimal.
Pelaksanaan sertifikasi menghadirkan sejumlah narasumber, asesor,dan praktisi kompetensi dari sektor perkebunan dan pertanian, di antaranya Heri Purwanto selaku KetuaLSP LPP Agro Nusantara (LPPAN) dan SME LPP Agro Nusantara, Arief Wicaksono selaku LeadAsesor LSP Kementerian Pertanian, Sukarji selaku Asesor LSP Kementerian Pertanian, Budi Surya Lumban Raja selaku Asesor LSPLPPAN, Ahmad Suryanto selaku Ketua Tim Kerja Standardisasi dan Sertifikasi Pusat Pelatihan Pertanian,Ditya Wahy ikhsanto selaku Perwakilan LSP Kementerian Pertanian, Basri Sirait selaku Perwakilan Tempat UjiKompetensi (TUK) Jambi, serta Tiara Syafa dari Learning LPP Agro Nusantara.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran manajemen PTPN IV Regional VII, termasuk Kepala Bagian SDM dan Sistem Manajemen beserta tim yang selama ini aktif mendorong pengembangan kompetensi karyawan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.
Dalam sambutannya,Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, menegaskan bahwa mandor pemeliharaan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan operasional kebun karena menjadi ujung tombak pengawasan kegiatan perawatan tanaman dilapangan.
“Pemeliharaan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi dimasa mendatang.
Oleh karenaitu, mandor pemeliharaan harus memiliki kompetensi yang baik,memahami standar pekerjaan, serta mampu memastikan seluruh program pemeliharaan berjalan sesuai target dan ketentuanperusahaan.Melaluisertifikasiini, kamiingin memastikan bahwa seluruh mandor memiliki kemampuan yang terstandarisasi dandiakui secara profesional,” ujar Budi Susilo.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan industri perkebunan saat ini menuntut seluruh insan planters untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, metode kerja, serta tuntutan produktivitas yang semakin tinggi.
“Perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman, tetapi juga tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan atas kompetensi tersebut. Sertifikasiini merupakan investasi perusahaan dalam membangun SDM unggul yang nantinya akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kualitaspengelolaan kebun,” tambahnya.
Sementara itu, Heri Purwanto, Ketua LSP LPP Agro Nusantara (LPPAN) dan SME LPP Agro Nusantara, menyampaikan bahwa program sertifikasi kompetensi merupakan instrumen penting dalam memastikan kualitas tenaga kerja perkebunan Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar yang dibutuhkan industri.
“Mandor merupakan pemimpin lapangan yang memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
Oleh karena itu, kompetensi yang dimiliki harus dapat dibuktikan melalui proses asesmen yang objektif dan terukur.
Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan bahwa seseorang benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar kompetensi yang telah ditetapkan,” jelas Heri.










